Welcome to Ismail Blog Welcome to Ismail Blog Welcome to Ismail Blog

Ads 468x60px

Rabu, 16 April 2014

Tahapan dalam Mempresentasikan sebuah Gagasan

presentasi :  kekeringan lahan pertanian


Pertama-tama , saya ingin bertanya kepada Anda semua apakah kalian dapat makan tanpa petani? Boleh saya tahu mengapa?
.... Saya tahu bahwa Anda semua setuju jika saya mengatakan petani merupakan pahlawan bangsa. Namun apalah artinya seorang petani jika tidak mempunyai ladang, sawah yang dapat digarap karena kekeringan. Kemarau panjang yang berbuntut pada kekeringan merupakan kejadian yang telah menjadi langganan kita semua setiap tahun. Kejadian itu berulang, berulang, dan terus berulang. Fenomena ini menyebabkan kita semua, khususnya para petani, merasa was-was dan kalang kabut. Karena kekeringan, tanaman milik para petani terancam puso atau gagal panen sehingga merugi. Karena kekeringan, air bersih telah menjadi barang yang langka dan mahal sehingga harus ada biaya tambahan untuk membeli air. Karena itu, perlu ada penanganan khusus agar kita semua bisa terbebas dari ancaman kekeringan, khususnya bagi para petani.
Nah hari ini saya akan bicara lebih tentang kekeringan 
para peneliti menyimpulkan bahwa anomaly ENSO tidak menjadi penyebab satu-satunya atas gejala kekeringan di Indonesia
 Faktor penyebab kekeringan adalah:
  1. Terjadinya pergeseran daerah aliran sungai atau DAS utamanya di wilayah hulu. Hal ini membuat lahan beralih fungsi, dari vegetasi menjadi non-vegetasi. Efek dari perubahan ini adalah sistem resapan air tanah yang menjadi kacau dan akhirnya menyebabkan kekeringan.
  2. Terjadinya kerusakan hidrologis wilayah hulu sehingga waduk dan juga saluran irigasi diisi oleh sedimen. Hal ini kemudian menjadikan kapasitas dan daya tampung menjadi drop. Cadangan air yang kurang akan memicu kekeringan parah saat musim kemarau tiba.
  3. Penyebab kekeringan di Indonesia lainnya adalah persoalan agronomis atau dikenal juga dengan nama kekeringan agronomis. Hal ini diakibatkan pola tanam petani di Indonesia yang memaksakan penanaman padi pada musim kemarau dan mengakibatkan cadangan air semakin tidak mencukupi.
consequence
Dampak terjadinya kekeringan antara lain:
1) produksi tanaman turun/rendah/puso bahkan menyebabkan tanaman mati sehingga merugikan petani;
2) Karena produksi rendah secara riil mengalami kerugian material maupun finansial yang besar dan bila terjadi secara luas, akan mengancam ketahanan pangan nasional;

example
50 hektare lahan tani di Banjarnegara kekeringan
kekeringan melanda sawah seluas 600 meter persegi, di Desa Gumelem, Kecamatan Susukan. Akibat tak teraliri air, kondisi sawah mengalami kekeringan dan retak retak. Saluran irigasi yang biasa mengaliri sawah juga mengering. 
solution
Untuk mengatasi kekeringan dapat dilakukan dengan cara:
1) gerakan masyarakat melalui penyuluhan;
2) membangun/rehabilitasi/pemeliharaan jaringan irigasi;
3) membangun/ rehabilitasi/pemeliharaan konservasi lahan dan air;
4) memberikan bantuan sarana produksi (benih dan pupuk, pompa spesifik lokasi);
5) mengembangkan budidaya hemat air dan input (menggunakan metode SRI/PTT)
 Selanjutnya untuk mengatasi penyebab klimatologis perlu melakukan;
1) penyebaran informasi prakiraan iklim lebih akurat;
 2) membuat kalender tanam;
3) menerapkan dan memperhatikan peta rawan kekeringan yang dihasilkan Badan Litbang Pertanian melalui data interpretasi.

 Peta kekeringan secara lengkap dapat didownload pada website http://pla.deptan.go.id/rbk/peta/index.html. Peta tersebut tersedia untuk wilayah Jawa, Nusa Tenggara (NTB dan NTT), Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Maluku dan Papua. Selain sumber di atas data dapat juga diperoleh melalui Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika dengan alamat website http://iklim.bmg.go.id /index.jsp.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Guestbook
LETAKKAN KODE GUESTBOOK/SHOUTMIX/CBOX/SHOUTCAMP ANDA DISINI
 
Blogger Templates